• June 13, 2024
Prabowo Mengakui Kejar Berbudi Sudjatmiko, Ini Narasi Mantan PRD Saat Diamankan di Bekasi plashoeve.com - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengaku jika dahulu saat dia tetap jadi Danjen Kopassus, dianya memang memburu aktivis Berbudi Sudjatmiko.

Prabowo Mengakui Kejar Berbudi Sudjatmiko, Ini Narasi Mantan PRD Saat Diamankan di Bekasi

Prabowo Mengakui Kejar Berbudi Sudjatmiko, Ini Narasi Mantan PRD Saat Diamankan di Bekasi

plashoeve.com – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengaku jika dahulu saat dia tetap jadi Danjen Kopassus, dianya memang memburu aktivis Berbudi Sudjatmiko.

Hal tersebut dikatakan Prabowo Subianto waktu memberikan sepatah kata dalam jadwal ‘Suara Muda Indonesia Untuk Prabowo-Gibran’ di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (27/1/2024).

“Datang Ahmad Muzani, Jadar Habsah bersama saya beberapa tahun. Agus, ketua Sempurna, maaf dahulu saya kejar-kejar Anda. Dahulu, atas perintah. Bandel sich dahulu….,” kata Prabowo.

“Selanjutnya saudara Berbudi Sudjatmiko, ini, sorry Man, dahulu kejar-kejar lu . Tetapi saya telah meminta maaf sama lu, ya,” ikat Prabowo.

Lalu seperti apakah narasi pemburuan Prabowo ke Berbudi?

Berbudi Sudjatmiko terlahir di Majenang, Cilacap, Jawa tengah pada 10 Maret 1970. Sesudah lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Berbudi selanjutnya sebelumnya sempat berkuliah di Kampus Gadjah Mada (UGM).

Berbudi tidak sampai usai di UGM karena drop-out. Argumennya karena kegiatannya di politik Indonesia waktu itu. Pada 1996, Berbudi selanjutnya membangun Partai Masyarakat Demokratik alias PRD.

Pendirian PRD membuat Berbudi menjadi figur yang dikejar oleh aparatur Orde Baru waktu itu. Di salah satunya interviu, Berbudi sebelumnya sempat bercerita peristiwa dianya dikejar aparatur karena kegiatan politiknya.

Pemburuan ke Berbudi makin masif sesudah dia didakwa jadi dalang kejadian kekacauan di basis PDI di jalan Diponegoro, Jakarta pada 27 Juli 1996. Kejadian ini dikenali sebagai kejadian Kudatuli.

Berbudi sebelumnya sempat menjelaskan jika dia diamankan oleh tubuh intelejen ABRI tidak dari prajurit Kopassus yang waktu itu dipegang oleh Prabowo Subianto.

“Menjadi pak Prabowo sebelumnya tidak pernah bertemu dengan saya. Tetapi beliau ini sisi dari prajurit tentara,” sebut Berbudi seperti d ikutip, Minggu (28/1).

“Jadi saya diamankan bukan oleh unit Kopassus tetapi oleh tubuh intelijen ABRI di saat itu namanya,” sambungnya.

Berbudi seperti disaksikan dari siaran Youtube Harian Kompas sebelumnya sempat menjelaskan jika dia diamankan di tempat tinggalnya di Bekasi, Jawa Barat. Berbudi bercerita jika saat itu matanya ditutup kain hitam dan tangan diborgol.

Dia sempat dipaksakan untuk bertelanjang dada dan ditodong pistol. Berbudi menjelaskan pemikirannya saat itu menerawang jika dia akan dilakukan dalam suatu pinggir pantai tanpa ada saksi.

“Kami berpikir, wah jika ini ujungnya ke pinggir pantai atau sebuah lokasi yang tidak ada saksi,” narasi Berbudi.

Berbudi selanjutnya dibawa ke kompleks Tubuh Intelijen ABRI yang berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat di sana, dia menempati sel dengan kasur yang penuh bintik darah kering.

Saat di sana, Berbudi diinterogasi sepanjang beberapa hari, dari pagi sampai larut malam. Yang ditanyakan kata Berbudi sekitar manifesto PRD dan sumber uang yang dipunyainya.

Sesudah diamankan, Berbudi selanjutnya digeret ke pengadilan. Dia selanjutnya dijatuhi vonis bersalah dengan tuduhn pemberontakan dan dihukum 13 tahun penjara.

Reformasi 1998 pecah dan Berbudi cuma jalankan hukuman 3,lima tahun penjara. Berbudi mendapatkan amnesti dari Presiden Abdurrahman Top pada 10 Desember 1999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *