• April 16, 2024

Pemahaman Sistem Evaluasi Kerja Barisan

Pemahaman Sistem Evaluasi Kerja Barisan


Sistem kerja barisan ialah sistem mengajarkan dengan mengkondisikan peserta didik pada suatu grup atau barisan sebagai satu kesatuan dan diberi pekerjaan untuk diulas dalam barisan itu. Karenanya guru dituntut untuk sanggup sediakan beberapa bahan pelajaran yang kecurangan sanggup mengikutsertakan anak bekerja bersama dan bekerjasama dalam barisan.

Implementasi sistem kerja barisan menuntut guru agar bisa mengelompokan peserta didik dengan bijak dan seimbang. Pengelompokkan peserta didik pada suatu barisan bisa didasari pada:

  1. sarana yang tersedia;
  2. ketidaksamaan individu dalam ketertarikan belajar dan kekuatan belajar;
  3. tipe tugas yang diberikan;
  4. daerah rumah peserta didik;
  5. tipe kelamin;
  6. membesarkan keterlibatan peserta didik dalam kelompok; dan
  7. berdasar pada loter/ acak.

Arah Sistem Evaluasi Kerja Barisan

Pemakaian sistem kerja barisan menurut Moedjiono (1992:62) mempunyai tujuan untuk:

Memupuk tekad dan kekuatan kerja sama antara beberapa pesera didik
Tingkatkan keterkaitan sosio-emosional dan intelektuan beberapa peserta didik pada proses belajar mengaar yang diadakan
Tingkatkan perhatian pada proses dan dari hasil proses belajar mengajarkan dengan seimbang

Langkah-Langkah Evaluasi dengan Sistem Kerja Barisan

1. Aktivitas Penyiapan Sistem Kerja Barisan

  • Merangkum arah evaluasi yang hendak diraih
  • Mempersiapkan materi evaluasi dan menguraikan materi ?itu ke beberapa tugas barisan.
  • Mengenali beberapa sumber yang hendak jadi target ?aktivitas kerja barisan.
  • Membuat ketentuan pembangunan barisan, langkah kerja, saat ?mengawali dan akhiri, dan peraturan yang lain.

2. Aktivitas Penerapan

3. Aktivitas Buka Pelajaran

  • Melakukan apersepsi, yakni pertanyaan mengenai materi ?pelajaran awalnya.
  • Berikan motivasi belajar dengan menyampaikan kasus yang terdapat ?hubungannya dengan materi pelajaran yang hendak diberikan
  • Menyampaikan arah pelajaran dan beragam aktivitas ?yang hendak ditangani saat capai arah pelajaran tersebut.

4. Aktivitas Pokok Pelajaran

Menyampaikan cakupan materi pelajaran yang hendak didalami

  • Membuat barisan
  • Menyampaikan pekerjaan tiap barisan ke ketua ?barisan atau langsung ke semua pelajar
  • Menyampaikan ketentuan dan peraturan dan waktu mengawali dan akhiri aktivitas kerja barisan.
  • Memantau, memantau, dan bertindak selaku fasilitator sepanjang pelajar lakukan kerja barisan.
  • Tatap muka klasikal untuk laporan kerja hasil barisan, pemberian balikan dari barisan lain atau dari guru.

5. Aktivitas Akhiri Pelajaran

Minta pelajar meringkas isi pelajaran yang sudah ditelaah lewat kerja barisan.
Lakukan penilaian hasil dan proses
Melakukan tindak lanjut baik berbentuk mengajarkan ulangi materi yang belum sempat terkuasai pelajar atau memberikan pekerjaan pengayaan untuk pelajar yang sudah kuasai materi sistem kerja barisan

Keunggulan dan Kekurangan Evaluasi Kerja Barisan

Kemampuan dari sistem kerja barisan ini ialah :

Membuat peserta didik aktif cari bahan untuk menuntaskan pekerjaannya
Galang kerja sama dan kesolidan dalam barisan
Meningkatkan kepimpinan peserta didik dan edukasi ketrampilan berunding dan proses barisan
Kebatasan pemakaian sistem kerja barisan ini, ialah :

Kerja barisan cuma memberi peluang ke peserta yang aktif dan sanggup untuk berperanan dan peserta didik yang keterbelakang tidak dibuat apapun
Membutuhkan sarana yang bermacam bagus untuk sarana fisik dan ruang atau beberapa sumber belajar yang perlu disiapkan.

Argumen Pemakaian Sistem Barisan

Sistem kerja barisan dipakai guru karena argumen seperti berikut:

Membuat peserta didik dapat bekerja sama dengan temannya pada sebuah kesataun pekerjaan.
Meningkatkan kemampuan untuk cari dan temukan bahanb-bahan untuk melakukan pekerjaan itu.
Membuat peserta didik aktif.
Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *