• June 13, 2024

Nilai Pasar Seafood Global Rp11.401 Triliun, Menteri Trenggono Dorong Indonesia Optimalkan Kekuatan

Nilai Pasar Seafood Global Rp11.401 Triliun, Menteri Trenggono Dorong Indonesia Optimalkan Kekuatan

MGO777, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan, nilai ekonomi pasar makanan laut alias seafood, alami trend kenaikan dari tahun ke tahun.

Bahkan juga, nilai kekuatan ekonomi seafood global dapat menembus 730 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030.

Bila diubah ke rupiah, angka itu sama dengan Rp11.401 triliun (anggapan kurs Rp15.618 per dolar AS).

Ini diutarakan Menteri Trenggono dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Koordinir Nasional Pemantauan dan Penegakan Hukum sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2023 di Teritori Ancol, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

“Perkiraan pasar seafood global capai 310 miliar dolar AS di tahun 2021, selanjutnya 338 miliar dolar AS pada 2022,” tutur Menteri Trenggono.

“Dan diprediksikan 2030 akan bertambah krusial sekitaran 730 miliar dolar AS,” tambahnya.

Karena itu, lanjut Menteri Trenggono, Indonesia harus mengoptimalkan kekuatan sumber daya perikanan dan kelautan yang terdapat.

Ingat, Indonesia adalah salah satunya negara yang dianugerahi luapan beragam tipe komoditas perikanan yang disukai dunia.

“Laut Indonesia berpotensi yang lebih besar dengan lebih dari 17.504 pulau, selanjutnya 6,empat juta km persegi daerah perairan, 108 ribu km garis pantai, laut Indonesia berperanan dalam keperluan protein dunia yang semakin meningkat,” tutur Menteri KP.

Trenggono meneruskan, faksinya terus memaksimalkan pemantauan sumber daya kelautan dan perikanan terpadu pada tahun 2024.

Ini dilaksanakan untuk menjaga implikasi peraturan Ekonomi Biru, termasuk implikasi Ketentuan Pemerintahan (PP) Nomor 11 Tahun 2023 mengenai Penangkapan Ikan Terarah dan PP Nomor 26 Tahun 2023 mengenai Pengendalian Hasil Sedimentasi di Laut.

Menteri Trenggono mengatakan, taktik yang hendak dilaksanakan KKP untuk memaksimalkan pemantauan terpadu pada tahun 2024, salah satunya lewat kenaikan kolaborasi dengan lembaga penegak hukum yang lain.

Selanjutnya, kenaikan fasilitas pemantauan, kenaikan kualitas sumber daya manusia, dan kenaikan tehnologi pengawasan berbasiskan data dan informasi.

Untuk memaksimalkan peranan pemantauan dengan terpadu pada tahun 2024, Menteri Trenggono umumkan jika KKP akan membuat infrastruktur Ocean Big Data, yang memakai mekanisme tehnologi satelit, radar, sensor, drone bawah air, drone udara dan nano satelit.

Disamping itu, faksinya menguraikan jika KKP MGO55 meningkatkan mekanisme Ocean akunting sebagai management data spasial dan non spasial terpadu yang sanggup memberi informasi kekayaan laut Indonesia dan peralihan neracanya dalam waktu tertentu karena interaksinya dengan aktivitas ekonomi.

“Peranan pemantauan dan penegakan hukum jadi penting untuk diperkokoh,” tutur Menteri Trenggono.

“Penerapan pemantauan dan penegakan hukum tentu saja dilaksanakan merujuk pada pemantauan hal pemberian izin berusaha berbasiskan dampak negatif, yang memprioritaskan konsep ultimum remedium,” ujarnya MGO303.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *