• June 13, 2024

Memboikot Sukses Membuat Israel Menanggung derita, Ini Nilai Kerugiannya

Memboikot Sukses Membuat Israel Menanggung derita, Ini Nilai Kerugiannya

Jakarta, MGO777 – Masuk hari ke-76 sesudah gempuran pertama Hamas ke Israel, gempuran Israel ke Palestina makin meluas dan semakin menjadi. Berdasar data sampai Selasa (19/12/2023), sekitar 19.453 orang dan 66 wartawan di Gaza, Palestina meninggal.
Gempuran Israel itu juga makin menyulut kemarahan warga dunia. Mengakibatkan, ajakan memboikot pada perusahaan, merk, atau produk yang terafiliasi dengan Israel makin digaungkan. Sampai sekarang ini, jumlah perusahaan yang masuk ke daftar memboikot makin banyak.

Beberapa perusahaan sebagai target memboikot mulai cemas dan takut. Untuk menahan kemarahan warga dan hapus status memboikot, beberapa perusahaan mulai memberi verifikasi. Hal tersebut dilaksanakan karena pergerakan memboikot disampaikan telah berpengaruh pada keuangan perusahaan.

Walaupun tidak ada laporan terkini berkaitan keseluruhan rugi yang dialami Israel, laporan Al Jazeera pada 2018 lantas mengutarakan jika pergerakan memboikot mempunyai potensi memunculkan rugi sampai US$11,5 miliar atau sekitaran Rp177,91 triliun (anggapan kurs Rp15.471/US$) /tahun untuk Israel.

Israel juga terang cemas pada imbas rugi ini. Dalam beberapa saat akhir, visi fokus diplomatik Israel ialah pengendalian pergerakan Memboikot, Divestasi, dan Ancaman (BDS).

Bahkan juga, Pertama Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah melakukan tindakan untuk larang beberapa kelompok yang memberikan dukungan pergerakan memboikot. Karena, beberapa ribu orang di Israel disebutkan mempunyai potensi kehilangan tugas bila negara mereka diboikot dengan penuh oleh internasional.

Imbas Memboikot Pada Ekonomi Israel

Merilis dari The Jerusalem Post, Israel menentang jika pergerakan memboikot dapat bikin rugi mereka. Malah, memboikot disebutkan akan “menambahkan kesengsaraan masyarakat Palestina, bukan kuranginya.”

Organisasi non-profit berbasiskan di Washington, Amerika Serikat (AS), Brookings Institution, mengatakan jika pergerakan BDS tidak secara mencolok memengaruhi ekonomi Israel. Karena, sekitaran 40 % export Israel ialah barang “intermediet” atau produk terselinap yang dipakai pada proses produksi barang pada tempat lain, seperti semikonduktor.

Disamping itu, sekitaran 50 % dari export Israel ialah barang “diferensiasi” atau barang yang tidak bisa diganti, seperti chip computer khusus.

Tetapi, data dari Bank Dunia memperlihatkan jika export beberapa barang “intermediet” alami pengurangan tajam dari 2014 sampai 2016 hingga memunculkan rugi sekitaran US$6 miliar atau sekitaran Rp94,16 triliun.

Indonesia turunkan import dari Israel

Indonesia, MGO303 walau tidak punyai jalinan diplomatik Israel, punyai jalinan dagang dengan negara itu. Semenjak perang pecah, data Tubuh Pusat Statistik (BPS) menulis nilai import Indonesia pada barang dari Israel alami pengurangan sejumlah 38,23% secara bulanan pada November 2023 jadi US$1,56 juta atau sama dengan Rp 24,20 miliar (Rp 15.515/US$1). Selanjutnya, volume import turun sejumlah 48,73% mtm.

Berdasar data dari BPS, kontributor paling besar nilai import yaitu perkakas, piranti potong (HS 82) sebesar US$463 ribu. Dan, beberapa mesin dan pesawat teknisi (HS 84) sebesar US$346 ribu.

Selanjutnya, piranti optik (HS 90) sebesar US$245 ribu, mesin perlengkapan listrik (HS 85) sebesar US$241 ribu, dan bahan kimia organik (HS 29) sebesar US$90 ribu. Lemak dan minyak hewani/nabati (HS 22) US$34,7 ribu, serat stapel bikinan (HS 55) US$19 ribu, bahan kimia anorganik (HS 28) US$13 ribu, beberapa benda dari besi dan baja (HS 73) US$3,5 ribu, plastik dan barang dari plastik US$1,7 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *