• June 12, 2024

Lihat Profile Prajogo Pangestu, dari Pengemudi Angkot Sekarang Menjelma Jadi Orang Paling Tajir di RI

Jakarta – Nama jutawan Prajogo Pangestu tiba-tiba terkenal dalam penelusuran di situs Google, pada Jum’at (7/6). Ini karena gerakan saham bos Barito Pacific Grup, raksasa perusahaan energi, industri listrik, dan pertambangan tengah jeblok.

Walau sahamnya jeblok, pebisnis asal Sambas, Kalimantan Barat dikukuhkan jadi orang paling tajir di RI versus Forbes Real Time Billionaires, per 6 Juni 2024.

Terdaftar, keseluruhan harta kekayaan yang dipunyai menembus USD49,4 miliar atau sama dengan Rp800 triliun (kurs Rp16.200/USD). Dengan keseluruhan kekayaan ini, dia tempati posisi ke-27 orang paling kaya di dunia.

Siapa kira Prajogo kecil lahir dari keluarga dengan kebatasan ekonomi. Bahkan juga, dianya cuma mengenyam pendidikan sampai tingkat lanjut pertama.

Lalu seperti apakah profile seorang Prajogo Pangestu sampai jadi jutawan sukses di Indonesia?

Dikutip wikipedia, Prajogo Pangestu lahir di 13 Mei 1944. Si ayah namanya Phang Siu On yang bekerja sebagai pedagang getah karet.

Saat kecil, Prajogo diberi nama Phang Djun Phen yang dalam mitologi suku Khek atau orang Cina di Taiwan memiliki makna “Burung besar terbang tinggi di atas awan mendung”.

Prajogo yang cuma menamatkan pendidikannya di SMP Yang Hua, sekolah Mandarin di Singkawang, Kalimantan Barat lalu coba mengadukan nasib di Ibu Kota. Sayang, tugas tidak juga tiba sampai pada akhirnya putuskan lagi ke desa halaman.

Di Kalimantan, dia jadi pengemudi transportasi umum jalur Singkawang-Pontianak. Tidak tahan lama, dianya lalu coba usaha keperluan dapur, dimulai dari ikan asin sampai bumbu-bumbu.

Di selang pekerjaanya pada tahun 1960, Prajogo secara tidak menyengaja berjumpa dengan pebisnis kayu asal Malaysia, Burhan Uray. Siapa kira, tatap muka itu juga yang mengganti garis nasib Prajogo Pangestu.

Lantas, pada 1969, Prajogo putuskan gabung di perusahaan punya Burhan, yaitu PT Djajanti Group. Karena semangat kerja tinggi, 7 tahun selanjutnya dianya dipercayai tempati posisi General Manajer Pabrik Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur.

Sayang, kedudukan yang dijalankannya cuma bertahan setahun. Karena, Prajogo putuskan memundurkan diri dan berani beli sebuah perusahaan yang sedang alami kritis keuangan, yaitu CV Pacific Lumber Coy.

Dia juga pinjam beberapa uang ke bank untuk beli perusahaan kayu itu. Lalu, menukar nama perusahaan jadi PT Barito Pacific. Luar biasanya, dianya sukses kembalikan utang itu cuma dalam waktu setahun.

Pada 1970-an, PT Barito Pacific sah ganti nama jadi Barito Pacific Timber (BRPT) sesudah kurangi usaha kayunya di tahun 2007.

Di tahun yang masih sama juga, BRPT mengakuisisi 70 % perusahaan petrokimia Chandra Asri yang berdagang di Bursa Dampak Indonesia.

Keberhasilan tidak sampai di sana. Prajogo juga terus lakukan pengembangan usaha dengan membangun PT Chandra Asri Petrochemical Center dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk.

Pada 2011 Chandra Asri gabung dengan Tri Polyta Indonesia dan jadi produsen petrokimia terpadu paling besar di Indonesia. Thaioil mengakuisisi 15 % saham Chandra Asri pada Juli 2021.

Dan pada 2023, Prajogo berhasil bawa dua perusahaannya, yaitu CUAN dan BREN, melantai di bursa Indonesia.

Gerakan Saham BREN
Di tengah-tengah posisi jadi orang paling tajir di RI, terdaftar gerakan saham perusahaan punya Prajogo jeblok. Sampai perdagangan sesion I ini hari (7/6), harga saham BREN ditutup lagi jeblok 9,70 % ke tingkat Rp6.050 atau menyusut 650 point.

Berdasar statistik RTI Business saham BREN pada tengah ini hari sudah sentuh harga paling rendahnya, sebelumnya setelah sukses ditutup pada tingkat Rp6.700, dengan kapitalisasi pasar terdaftar Rp809,41 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *