• June 12, 2024

Kegundahan Jokowi Bisa dibuktikan! Asing Kabur, RI Jadi Tekor

Kegundahan Jokowi Bisa dibuktikan! Asing Kabur, RI Jadi Tekor

Jakarta, plashoeve – Transaksi bisnis jalan dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) alami lagi minus pada kwartal III-2023. Minus pada NPI memperlihatkan masih besarnya arus modal asing yang keluar Tanah Air.
Bank Indonesia ini hari, Selasa (21/11/2023) sudah umumkan data transaksi bisnis jalan dan NPI kwartal III-2023.

Neraca transaksi bisnis jalan pada kwartal III-2023 MGO303 mencatatkan minus sebesar US$900 juta atau sekitaran Rp 3, 91 triliun (US$ 1=Rp 15.450). Nilai itu sama dengan 0,25% dari Produk Lokal Bruto (PDB). Minus ini jauh turun dibanding minus US$ 2,2 miliar (Rp 33,9 triliun) atau 0,63% dari PDB pada triwulan sebelumnya.

“Surplus neraca perdagangan nonmigas bertambah disokong oleh pembaruan keinginan sejumlah komoditas export, khususnya besi dan baja, di tengah-tengah trend harga komoditas yang turun,” ungkapkan Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi BI, Selasa (21/11/2023).

Minus transaksi bisnis jalan ini adalah untuk ke-2 kalinya yang terjadi dengan berurut yang sempat terjadi pada kwartal I dan kwartal II-2021 atau 2 tahun lalu.

Penyempitan transaksi bisnis jalan didukung oleh makin membaiknya neraca barang dan jasa dan penghasilan primer. Surplus dagang bertambah jadi US$ 10, 27 miliar pada kwartal II-2023, dari US$ 61,97 miliar pada kwartal II-2023.

Minus pada neraca jasa menyempit jadi US$ 4,11 miliar pada Juli-September 2023, dari US$ 4,73 miliar pada April-Juni 2023. Minus pada penghasilan primer menjadi kecil jadi US$ 8,49 miliar pada kwartal III-2023, dari US$ 9,16 miliar pada kwartal II-2023.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kwartal III-2023 terdaftar minus US$1,5 miliar, lebih rendah dibanding minus pada kwartal awalnya sebesar US$7,4 miliar. Pengurangan ini didukung oleh minus neraca transaksi bisnis jalan dan transaksi bisnis modal dan keuangan yang makin membaik.

Minus NPI ini adalah untuk ke-2 kalinya yang terjadi dengan berurut yang sempat terjadi pada kwartal I dan kwartal II-2021 atau 2 tahun lalu.

Kegundahan Jokowi Bisa dibuktikan, Investor Asing Ramai-Ramai Lari dari RI

Surplus pada transaksi bisnis modal alami kenaikan dari US$5 juta pada kwartal II-2023 jadi US$8 juta pada kwartal III-2023. Keadaan ini kebalikannya dengan transaksi bisnis keuangan yang tetap menulis minus senilai US$ 290 juta pada Juli-September 2023.

Minus memang lebih kecil dibanding pada kwartal II-2023 yang tembus US$ 4,85 miliar. Tetapi, investasi portofolio yang menggambarkan gerakan investor asing di saham, obligasi, dan rupiah anjlok.

Sudah diketahui MGO55, transaksi bisnis keuangan menulis investasi langsung dan investasi portofolio. Investasi langsung adalah bentuk investasi bidang riel di mana perusahaan memberikan modal dimulai dari membuat pabrik, bekerja, dan pengembangan.

Pada kwartal III-2023, investasi langsung terdaftar surplus US$ 2,77 miliar, turun dibanding pada kwartal II-2023 yang terdaftar US$ 3,98 miliar.

Dalam pada itu, investasi portofolio menulis investasi di pasar keuangan seperti saham dan obligasi.
Investasi portofolio menulis minus defisit senilai US$ 3,13 miliar ataupun lebih tinggi dibanding kwartal II-2023 yang terdaftar senilai US$ 2,63 miliar.

Data BI menulis investor asing menulis outflow di pasar Surat Hutang Negara (SUN) senilai US$ 1,3 miliar, kembali arah dibanding kwartal awalnya yang terdaftar inflow senilai US$ 2,5 miliar.
Pemilikan asing pada SUN rupiah terdaftar menurun jadi US$ 51,9 miliar atau 17,8% di akhir kwartal III-2023. Pada kwartal II-2023, pemilikan asing tetap terdaftar US$ 44 miliar atau 8,5%.

“Ketidakjelasan global jadi berlanjut dan makin bertambah. Perubahan ini menggerakkan asing berpindah je asset lebih likuid dan menyebabkan investasi portofolio segi kewajiban bidang public menulis saluran keluar neto dana asing,” tulis Bank Indonesia dalam laporannya.

Larinya investor asing menjadi satu diantara kekuatiran dan kegundahan besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini. Presiden secara eksklusif membuat satgas (satuan tugas) untuk tingkatkan performa export nasional dan perkuat neraca perdagangan pada September kemarin.

Jokowi secara eksklusif mencemaskan jumlahnya investor asing uang kabur ke AS. Jokowi, pada Oktober lantas, menjelaskan peristiwa peningkatan suku bunga yang lebih tinggi dan dalam waktu yang lama atau higher for longer yang terjadi di Amerika Serikat (AS) memberi dampak yang berat ke banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Masalahnya keadaan ini memacu arus modal lari dari Tanah Air dan mengakibatkan melemahnya pada rupiah.

“Capital outflow semua lari kembali ke Amerika Serikat,” ungkapkan Jokowi dalam tatap muka beberapa lalu, d ikutip Jumat (27/10/2023).

Minus investasi portofolio dan transaksi bisnis keuangan ini adalah untuk ke-2 kalinya yang terjadi dengan berurut yang sempat terjadi pada kwartal IV-2021 sampai kwartal IV-2022 atau lima kwartal berurut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *