• December 9, 2023

Dua Anak Panji Gumilang Tidak Penuhi Panggilan Polisi dalam Pemeriksaan Kasus Pondok pesantren Al Zaytun

Penyidik Bareskrim Polri pada Selasa (25/7/2023) melontarkan surat panggilan yang ke-2 ke 2 orang anak Panji Gumilang, Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun sesudah absen dari panggilan hari awal.

Kepala Agen Pencahayaan Warga (Karopenmas) Seksi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyebutkan keseluruhan ada delapan orang yang panggil penyidik untuk diminta verifikasi berkaitan kasus sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Panji Gumilang, 2 orang salah satunya dengan status anak dari terlapor komunitas server gacor.

“Jadi 8 orang yang diminta verifikasi ini hari tidak datang. Sampai saat ini tidak ada yang datang. Akan dikirimkan surat kembali supaya mereka datang pada Jumat, tanggal 28 Juli 2023,” kata Ramadhan di Jakarta.

Penyidik Bareskrim Polri panggil 8 orang dari Pondok pesantren Al Zaytun untuk disuruh verifikasi, ucapnya.

Ke-8 orang yang diartikan, yaitu IP sebagai Ketua Pengurus Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dan APU sebagai Sekretaris Pengurus YPI. IP dan APU mempunyai jalinan sebagai anak kandungan Panji Gumilang.

Selanjutnya, IS sebagai Bendahara YPI, AH sebagai Pembimbing Anggota I YPI, MJH sebagai Ketua Pengawas YPI, MM sebagai Pembimbing Anggota II YPI, MAS sebagai Pembimbing Anggota III YPI, dan AS sebagai Pengurus YPI. Ke enam inisial itu mempunyai jalinan dengan Panji Gumilang sebagai anggota
Selainnya panggil 8 orang YPI atau Pondok pesantren Al Zaytun, penyidik panggil dua saksi kembali untuk diminta verifikasi di hari Rabu (26/7/2023).

“Untuk esok Rabu akan direncanakan pemeriksaan verifikasi pada Saudara AFA dan MGR,” kata Ramadhan.

AFA adalah Komisaris PT Samudera Biru Mangun Kencana, dan MGR ialah komisaris khusus di perusahaan itu dan bergabung dalam suatu komunitas server gacor.

“Jalinan ke-2 nya dengan PG (Panji Gumilang) ialah anggota,” kata Ramadhan.

Sampai sekarang perubahan pengatasan kasus Pondok pesantren Al Zaytun untuk sangkaan tindak pidana pencucian uang, ucapnya,, Bareskrim telah lakukan usaha melakukan koordinir secara beragam lembaga berkaitan.

Koordinir dilaksanakan berkaitan pemakaian audit dana BOS masa 2022 s/d 2023 dan audit masa 2017 s/d 2020.

Selainnya audit itu, katanya, akan dilakukan audit pada sangkaan penghimpunan zakat oleh Pondok pesantren Al Zaytun atas faksi yang terafiliasi dengannya.

“Audit akan dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dengan Direktorat Pendayagunaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama,” tutur Ramadhan.

Tidak itu saja, lanjut ia, Penyidik Bareskrim Polri melakukan rapat koordinir dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Tehnologi. Hasil pertemuan itu dijumpai jika info slot gacor tidak diketemukan daftar program study SMK atas nama Yayasan Pendidikan Islam (YPI) atau Al Zaytun. [Antara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *