• April 13, 2024
Aktor Pasar Nantikan Keputusan BI, Rupiah Menurun ke Rp15.710/US$ Jakarta, Plashoeve.com - Rupiah menurun pada dolar Amerika Serikat (AS) ketika aktor pasar menanti data suku bunga Bank Indonesia (BI) yang hendak di-launching esok (20/3/2024).

Aktor Pasar Nantikan Keputusan BI, Rupiah Menurun ke Rp15.710/US$

Aktor Pasar Nantikan Keputusan BI, Rupiah Menurun ke Rp15.710/US$

Jakarta, Plashoeve.com – Rupiah menurun pada dolar Amerika Serikat (AS) ketika aktor pasar menanti data suku bunga Bank Indonesia (BI) yang hendak di-launching esok (20/3/2024).

Dikutip dari Refinitiv, rupiah ditutup menurun 0,16% di angka Rp15.710/US$. Depresiasi ini seirama dengan melemahnya tempo hari (18/3/2024) sebesar 0,61%. Ini perpanjang trend melemahnya rupiah empat hari berurut.

Sementara DXY pada jam 14:57 WIB turun ke angka 103,83 atau kuat 0,39%. Angka ini semakin tinggi bila dibanding penutupan perdagangan tempo hari yang ada di angka 103,43.

Awal hari ini, RDG BI telah dimlai dan BI akan melaunching data suku bunganya pada Rabu (20/3/2024).

Berdasar kesepakatan yang digabungkan dari 11 lembaga oleh CNBC Indonesia, BI diprediksi akan menjaga suku bunga di tingkat 6,00% pada minggu ini untuk jaga kestabilan nilai ganti.

Keputusan menjaga suku bunga ini diprediksi akan diambil konsentrasi peraturan moneter yang pro-stability, untuk pengokohan stabilisasi nilai ganti rupiah dan cara pre-emptive dan forward looking untuk pastikan inflasi masih tetap teratasi pada target 2,5±1% pada 2024.

Dalam pada itu, peraturan makroprudensial dan mekanisme pembayaran masih tetap pro-growth untuk memberikan dukungan kemajuan ekonomi yang berkesinambungan. Peraturan makroprudensial kendur terus dilakukan untuk menggerakkan credit/pendanaan perbankan ke dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi mekanisme pembayaran, termasuk digitalisasi transaksi bisnis keuangan Pemerintahan Pusat dan Wilayah terus didorong untuk tingkatkan volume transaksi bisnis dan meluaskan inklusi ekonomi-keuangan digital.

Bank Indonesia terus perkuat bauran peraturan moneter, makroprudensial, dan mekanisme pembayaran untuk jaga kestabilan dan memberikan dukungan kemajuan ekonomi yang berkesinambungan.

Disamping itu, SEVP Treasury dan International Bank BCA, Branko Windoe menerangkan jika penahanan suku bunga BI ini akan diambil ingat inflasi AS masih lumayan panas dan penekanan pada mata uang Garuda masih lumayan kuat akhir-akhir ini.

Seirama dengan Branko, Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz memandang volatilitas nilai ganti rupiah tetap jadi pemikiran BI untuk mempertahakan tingkat bunga referensi di 6%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *