• June 12, 2024

2 Argumen Muhammadiyah Ambil dan Alihkan Dana dari BSI

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas blak-blakan masalah argumen organisasinya menarik dan mengubah dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke bank syariah lain.
Dia menjelaskan argumen pertama dari peraturan itu adalah; loyalitas tinggi Muhammadiyah memberikan dukungan perbankan syariah di Indonesia.

Dia menjelaskan penarikan dana dan pengalihannya ke bank syariah lain dilaksanakan Muhammadiyah untuk membuat kompetisi sehat antara bank syariah yang berada di Indonesia.

Anwar mengutarakan Muhammadiyah merasa perlu mengatur beberapa hal mengenai permasalahan keuangannya, termasuk dalam soal yang berkaitan dengan dunia perbankan dan peletakan dana pendanaan yang diterima.

“Muhammadiyah punyai loyalitas yang lebih tinggi untuk memberikan dukungan perbankan syariah. Karena itu Muhammadiyah terus lakukan rasionalisasi dan koalisi pada permasalahan keuangannya supaya Muhammadiyah dapat berperan untuk terbentuknya kompetisi yang sehat antara perbankan syariah yang terdapat, khususnya saat dunia perbankan syariah itu terkait dengan Muhammadiyah,” tutur Anwar ke CNNIndonesia, Rabu (5/6).

Argumen ke-2 , pemikiran dampak negatif.

Menurut Anwar, dana Muhammadiyah kebanyakan ada di BSI. Secara usaha ucapnya, itu bisa memunculkan dampak negatif fokus (concentration risk).

“Sementara, di beberapa bank syariah lain masih tetap sedikit hingga beberapa bank syariah lain itu tidak dapat bersaing dengan margin yang ditawari oleh BSI baik pada hal yang terkait dengan peletakan dana atau pendanaan,” katanya.

Jika hal tersebut terus berjalan, menurut Anwar, kompetisi antara perbankan syariah yang terdapat tidak sehat.

“Itu pasti terang tidak kita harapkan,” katanya.

Muhammadiyah memilih untuk mengubah dana mereka dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke beberapa bank, seperti; Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan bank syariah yang lain sejauh ini lakukan kerja sama dengan mereka.

Keputusan penarikan itu diketahui dari Nota Muhammadiyah dengan nomor 320/1.0/A/2024 mengenai Koalisi Dana yang mereka keluarkan di 30 Mei kemarin.

Nota tertuju untuk sejumlah pihak;

1. Majelis Pendidikan Tinggi Riset dan Peningkatan PP Muhammadiyah
2. Majelis Pembimbingan Kesehatan Umum PP Muhammadiyah
3. Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah
4. Pimpinan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah
5. Pimpinan Badan Usaha Punya Muhammadiyah

Nota diberi tanda tangan oleh Ketua Muhammadiyah Agung Danarto dan Sekretaris Muhammadiyah Muhammad Sayuti.

Keputusan itu diambil untuk tindak lanjuti tatap muka bersama pimpinan PP Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah berkenaan koalisi keuangan AUM di Yogyakarta 26 Mei kemarin.

“Sama ini kami meminta dilaksanakan rasionalisasi dana simpanan dan pendanaan dari BSI dengan peralihan ke Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan bank syariah wilayah dan bank yang lain sejauh ini bekerja sama dengan Muhammadiyah,” kata nota itu ibarat d ikutip.

Memberi respon itu, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar cuma memperjelas faksinya selalu memiliki komitmen untuk layani dan meningkatkan ekonomi umat. BSI berkemauan menjadi perbankan yang layani semua baris warga, dimulai dari lembaga sampai perseorangan.

“Berkaitan peralihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI memiliki komitmen untuk selalu jadi partner vital dan siap bekerjasama dengan semua stakeholder dalam usaha meningkatkan beragam bidang ekonomi umat,” sebut Wisnu dalam info tercatat, Rabu (5/6).

Wisnu akui awalnya BSI dan Muhammadiyah punyai bekerja sama di bagian perumahan. Dia menyebutkan bekerja sama itu ikut menggamit Tubuh Pengurus Tabungan Perumahan Masyarakat (BP Tapera) dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) untuk credit kepemilikan rumah (KPR) untuk karyawan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.

Disamping itu, BSI mengeklaim bersama Muhammadiyah memicu inklusifitas dan penetratif keuangan syariah. Bekerja sama ini mengarah aktor usaha micro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di bawah lindungan PP Muhammadiyah supaya bisa naik kelas.

Walau telah pisah dengan Muhammadiyah, Wisnu akui BSI terus akan berperan dalam peningkatan ekonomi syariah di Indonesia. Mereka memiliki komitmen penuhi harapan semua penopang kebutuhan berdasar konsep adil, imbang, dan berguna atau maslahat yang sama sesuai syariat Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *